Suprijanto@ Kesatuan Bangsa
Berbagi pengalaman untuk memupuk persatuan dan kesatuan bangsa

Nilai Strategis Bela Negara

  • Tugas pemerintah pada hakekatnya adalah melayani masyarakat. Modernisasi dunia yang global dan mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat secara universal mempunyai implikasi terhadap kompleksitas permasalahan kehidupan masyarakat, sekaligus tantangan bagi pemerintah.
  • Dalam konteks pemerintahan daerah, globalisasi berarti segenap jajaran birokrasi publik di daerah dihadapkan pada adanya tuntutan keterbukaan, akuntabilitas, dan kemampuan untuk menanggapi setiap tantangan yang muncul. Dalam dunia yang penuh dengan kompetisi, sangat diperlukan kemampuan birokrasi untuk memberikan tanggapan terhadap berbagai tantangan secara akurat, bijaksana, adil, dan efektif.
  • Munculnya tantangan ini merupakan suatu konsekuensi dari komitmen terhadap demokrasi yang memungkinkan adanya partisipasi dalam pengambilan keputusan bagi komponen di luar lingkaran birokrasi.
  • Salah satu tujuan dari pelaksanaan otonomi daerah adalah untuk meningkatkan kemampuan daerah dalam meningkatkan kapasitas daerahnya, serta memberdayakan daerah agar mampu menghadapi persaingan pada era globalisasi yang tidak dapat dibendung lagi kehadirannya di hampir setiap negara, termasuk Indonesia. Globalisasi sebagai bagian dari kehidupan dunia,  dimana batas-batas negara sudah tidak menjadi penghalang dalam setiap proses untuk melakukan interaksi antar bangsa. Oleh karena itu, perlu dilakukan proses penataan dalam berbagai bidang yang menyangkut pelaksanaan pemerintahan di daerah agar tercipta pemerintahan daerah yang kuat serta profesional dalam melaksanakan kegiatan pengelolaan di daerahnya masing-masing. Hal ini perlu agar tidak ada daerah yang tenggelam dan tertinggal oleh derasnya arus globalisasi, karena apabila ada satu daerah yang tenggelam dalam derasnya arus globalisasi, maka akan mempengaruhi langkah Indonesia di dalam kancah persaingan antar negara.
  • Seiring dengan kondisi politik global, isu terorisme menjadi salah satu masalah besar yang menambah buruknya citra Indonesia dan yang pasti mengganggu stabilitas politik, keamanan dan perekonomian Indonesia. Yang lebih memprihatinkan, sehubungan dengan isu terorisme, sejak beberapa tahun belakangan ini, rasa saling mencurigai diantara sesama komponen masyarakat semakin meningkat. Akhirnya upaya  untuk meminimalisir aksi terorisme ini dilakukan dengan hati-hati, karena akar permasalahannya begitu kompleks dan sensitif. Menghadapi semua tersebut diperlukan kekuatan yang mampu menyelesaikannya. Kekuatan dimaksud adalah bela negara.
  • Bela negara dan ketahanan nasional identik dengan kekuatan suatu bangsa untuk bertahan dan eksis dalam arus liberalisasi dan globalisasi. Lalu bagaimana suatu bangsa bisa bertahan dalam era globalisasi saat ini. Ada 4 (empat) paradigma fungsi (function paradigm) yang harus dimiliki oleh suatu masyarakat atau bangsa agar tetap eksis dan lestari.
  1. Pattern maintenance. Kemampuan memelihara sistem nilai budaya yang dianut, karena budaya adalah suatu endapan dari perilaku manusia, yang akan memberikan ciri dan karakter bagi suatu bangsa.
  2. Kemampuan suatu bangsa beradaptasi dengan dunia yang berubah dengan cepat. Sejarah membuktikan, banyak perabadan masyarakat yang hilang karena tidak mampu beradaptasi dengan perubahan dunia.
  3. Fungsi unsur-unsur dari masyarakat yang beraneka ragam secara terus menerus sehingga terbentuk kekuatan sentripetal yang semakin menyatukan masyarakat.
  4. Masyarakat atau bangsa harus memiliki tujuan bersama, dari masa ke masa bertransformasi karena terus menerus diperbaiki oleh dinamika masyarakat dan pemimpinnya.
  • Memahami nilai-nilai bela negara kita harus berpegang teguh pada 4 (empat) pilar utama kebangsaan  sebagaimana bapak pendiri bangsa (the founding fathers) letakkan sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila; Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; Bhinneka Tunggal Ika; dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  • Bela Negara dapat dioptimalkan melalui strategi yang digunakan untuk menghadapi setiap permasalahan bangsa baik ke dalam maupun ke luar. Strategi berasal dari bahasa Yunani, strategi yang artinya the art of the general (seni seorang panglima dalam peperangan). Sedangkan menurut Clausewitz : strategi adalah pengetahuan tentang penggunaan senjata untuk memenangkan peperangan dimana perang merupakan kelajutan politik.
  • Pengertian strategi mengandung dua unsur yaitu pertama adalah cara untuk mendapatkan kemenangan/tercapainya suatu tujuan. Sedangkan pengertian kedua seni dan ilmu menggunakan dan mengembangkan kekuatan-kekuatan (IPOLEKSOSBUDHANKAN) untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
  • Strategi mewujudkan nilai-nilai bela negara dalam pembangunan tidak bisa menghilangkan pengaruh globalisasi. Globalisasi terbukti sebagai tantangan yang sulit dihindari sehingga yang dapat dilakukan adalah bagaimana mengelola agar globalisasi tidak menimbulkan atau sekurang-kurangnya meminimalisasi dampak yang tidak dikehendaki. Dalam hubungan antar negara, globalisasi menampilkan dirinya dalam berbagai bentuk interdependensi dan relativisasi kedaulatan nasional. Sebagai fenomena yang ditandai dengan luluhnya perbatasan (boundary eroding), ketidak amanan bagi suatu negara dapat menjadi sumber ketidakamanan bagi negara lain. Kedaulatan negara menjadi semakin relative, meski mungkin terbatas pada efektivitas pemerintahan, bukan pada soal keutuhan wilayah. Suatu negara tidak lagi berdasarkan pada apa yang mereka anggap kepentingan nasional, tetapi juga harus mempertimbangkan negara-negara lain.
  • Beberapa isu yang secara berkaitan langsung dengan interdependensi adalah ancaman transnasional. Semakin kuat kesadaran bahwa ancaman terhadap kedaulatan negara semula bersifat konvensional (fisik dan non fisik). Dapat bersumber pada berbagai dimensi non militer permasalahan ideologi, politik, sosial budaya maupun permasalahan keamanan yang terkait dengan kejahatan internasional seperti terorisme, imigran gelap, bahaya narkotika, pencurian kekayaan alam, bajak laut, dan perusakan lingkungan, tantangan itu dapat menjadi ancaman serius terhadap keamanan nasional.

Keamanan nasional sangat berpengaruh terhadap keamanan daerah, demikian juga sebaliknya.

Adapun strategi mewujudkan nilai-nilai bela negara adalah :

  1. Mengedepankan fasilitasi daripada regulasi terhadap infrastruktur politik sebagai wahana penyalur aspirasi demokrasi.
  2. Mengembangkan komunikasi daripada konfrontasi terhadap seluruh kekuatan bangsa dalam pengembangan bela negara.
  3. Mengembangkan komunikasi, konsultasi dan koordinasi dengan semangat kemitraan kerja antara pemerintah dengan masyarakat.
  4. Mengayomi dan memberdayakan masyarakat sebagai pelaku pembangunan.
  5. Menyempurnakan regulasi berkaitan bela negara.

Sumber : Mewujudkan Strategi Nilai-nilai Bela Negara Untuk Mewujudkan Penyelenggaraan Pembangunan Berdasarkan Prinsip Good Governance
Disampaikan oleh Gubernur Bali pada acara Pentaloka Bela Negara bagiDosen Dikwar di Wilayah Kodam IX/Udayana, 10 September 2009.

Belum Ada Tanggapan to “Nilai Strategis Bela Negara”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: