Suprijanto@ Kesatuan Bangsa
Berbagi pengalaman untuk memupuk persatuan dan kesatuan bangsa

Ceramah Pancasila

Sambutan Direktur Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik Pada Acara Seminar Sehari dengan tema :
”Peran dan Fungsi Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Dalam Menyikapi Nilai-Nilai Universal” yang diselenggarakan oleh Yayasan Adhi Dharma Sejahtera (YADS) Bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik Departemen Dalam Negeri

Denpasar, 07 November 2009
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Salam Sejahtera dan selamat pagi.

Yth. Ketua dan Fungsionaris Yayasan Adhi Dharma Sejahtera (YADS);
Yth. Bapak Para Nara Sumber; dan
Yth. Para hadirin dan undangan serta peserta Seminar yang berbahagia.

Marilah pada kesempatan yang membahagiakan dan insya Allah penuh berkah ini, sekali lagi kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, … karena kepada kita semua masih diberi kesempatan, kekuatan, dan kesehatan untuk melanjutkan ibadah kita, karya kita, serta tugas dan pengabdian kita kepada masyarakat, kepada bangsa dan negara tercinta.

Hadirin yang saya hormati.
Menyambut baik diselenggarakannya Seminar kali ini, merupakan salah satu upaya penegasan dan peningkatan pemahaman kembali Pancasila sebagai dasar negara, karena Pancasila berdasarkan sejarah bangsa Indonesia telah terbukti bahwa Pancasila adalah jiwa seluruh rakyat Indonesia yang memberikan kekuatan hidup kepada bangsa Indonesia.
Disamping itu bahwa setiap bangsa yang ingin mempertahankan integritasnya harus mengetahui dan sadar kearah mana cita-cita dan tujuan yang ingin dicapai oleh bangsa.
Untuk mencapai cita-cita dan tujuan tersebut harus dilandasi oleh pandangan
hidup (falsafah bangsa). Saya ingin menyegarkan kembali ingatan kita bahwa dasar negara kita adalah Pancasila juga sebagai pandangan hidup sekaligus sebagai ideologi negara. Sebagai dasar negara, Pancasila menjadi fondasi tegaknya negara. Sementara sebagai pandangan hidup bangsa, Pancasila mencerminkan nilai-nilai yang hidup diantara sanubari masyarakat kita. Sebagai ideologi, Pancasila memberikan arah dan pelita kehidupan berbangsa termasuk pembangunan nasional kita.

Para hadirin yang berbahagia.
Diselenggarakannya Seminar kali ini yang mengambil tema ”NKRI di Era Reformasi”, saya berpikir sudah barang tentu sukses kegiatan ini memiliki peran yang cukup signifikan dalam melaksanakan pembangunan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sesuai dengan amanat TAP MPR-RI Nomor XVIII/MPR/1998 mengamanatkan bahwa Pancasila sebagai dasar negara harus dilaksanakan secara konsisten dalam kehidupan bernegara. Hal ini bermakna bahwa setiap warga negara, apalagi penyelenggara negara dan pemerintahan, wajib memahami Pancasila secara benar serta mampu untuk mengimplementasikan dalam berbagai segi kehidupan.

Para hadirin yang kami hormati.
Kita menyadari bahwa persatuan dan kesatuan nasional kita kedepan senantiasa dalam posisi yang dinamis, bergerak dari faktor-faktor yang bersifat  integratif bersama disintegratif. Tugas kita bersama sudah barang tentu adalah memaksimalkan peranan faktor-faktor integratif, dan pada saat yang sama meminimalisir adanya faktor-faktor disintegratif dengan melalui implementasi nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
Hal ini diperkuat dengan pidato Bapak Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono pada peringatan hari lahirnya Pancasila mengamanatkan bahwa Pancasila bagi bangsa dan negara Indonesia adalah : ”Pancasila masih relevan sebagai rujukan, sumber inspirasi dan jendela solusi dimasa transisi yang penuh tantangan dan ancaman”.

Para hadirin yang berbahagia
Pancasila, sesuai dengan para pendiri negara memang dimaksudkan sebagai dasar negara bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini merupakan kesepakatan para pendiri negara yang dicantumkan dalam Pembukaan UUD 1945 sejak tahun 1945, yang menjamin keselamatan bagi warganegaranya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pancasila memenuhi syarat sebagai dasar negara bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan alasan sebagai berikut :

  1. Pancasila memiliki potensi dapat menampung keadaan yang pluralistik yang dialami bangsa       Indonesia ditinjau dari keanekaragaman agama, suku bangsa, adat budaya, ras dan golongan sesuai dengan sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa.
  2. Pancasila memberikan jaminan terealisasinya kehidupan yang pluralistik dengan menjunjung tinggi dan menghargai manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan secara berkeadilan, sesuai dengan sila Kemanusiaan yang adil dan beradab.
  3. Pancasila mempunyai potensi untuk mempersatukan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terbentang dari Sabang sampai Merauke, sesuai dengan sila ketiga Persatuan Indonesia.
  4. Pancasila memberikan jaminan berlangsungnya demokrasi dan hak azasi manusia sesuai dengan budaya bangsa. Hal ini dijamin sila keempat Pancasila yakni Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.
  5. Pancasila memberikan jaminan dalam mewujudkan terciptanya masyarakat yang adil dan sejahtera. Sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia merupakan acuan dalam mencapai tujuan tersebut.

Para hadirin yang saya hormati,
Dengan diselenggarakannya Seminar tentang Peran dan Fungsi Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Dalam Menyikapi Nilai-nilai Universal ini bertujuan untuk membuat cerdas, penuh tanggung jawab dengan perilaku yang :
•Beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa;
•Berperikemanusiaan yang adil dan beradab;
•Mendukung persatuan bangsa;
•Mendukung kerakyatan yang mengutamakan kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi; dan
•Mendukung upaya untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dengan demikian melalui seminar ini diharapkan adanya kompetensi yang dimiliki oleh masyarakat pada umumnya adalah sebagai berikut :
Pertama : mencetak masyarakat yang memiliki kemampuan untuk mengambil sikap yang bertanggung jawab sesuai dengan hati nurani;
Kedua : mencetak masyarakat yang memiliki kemampuan untuk mengenali masalah hidup dan kesejahteraan, serta cara pemecahannya;
Ketiga : mencetak masyarakat yang memiliki kemampuan untuk mengenali perubahan-perubahan dan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni; dan
Keempat : mencetak masyarakat yang memiliki kemampuan untuk memaknai peristiwa sejarah dan nilai-nilai budaya bangsa untuk menggalang persatuan Indonesia.

Akhirnya, saya sampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada penyelenggara, dan bagi para peserta saya ucapkan selamat mengikuti seminar. Dengan adanya Seminar Peran dan Fungsi Pancasila, diharapkan adanya masukan  dan sumbang saran dari peserta seminar, sehingga kedepan bisa menambah kemajuan bangsa dan negara. Selain itu dengan terselenggaranya acara ini akan dapat terpahaminya nilai-nilai Pancasila dan dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga nantinya dapat meningkatkan etika moral dan kepribadian bangsa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Amien.

Sekian dan terima kasih.
Wabilahhi taufik walhidayah
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Direktur Jenderal
Kesatuan Bangsa dan Politik,
Ttd
A.Tanribali, L

Belum Ada Tanggapan to “Ceramah Pancasila”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: