Suprijanto@ Kesatuan Bangsa
Berbagi pengalaman untuk memupuk persatuan dan kesatuan bangsa

Wawasan Nusantara

1.Pengertian Wawasan Nusantara

  • Pada hakekatnya Wawasan Nusantara adalah Wawasan Kebangsaan sekaligus sebagai wawasan nasional yang dimiliki bangsa Indonesia yang telah menegara sejak Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Perbedaannya terletak pada konteks pemakaian, yaitu bahwa Wawasan Kebangsaan lebih bersifat universal, sedangkan Wawasan Nusantara lebih bermakna khas bagi Indonesia sebagai bangsa dan negara yang berdaulat dari Sabang hingga Merauke, yang disebut Nusantara.
  • Untuk memahami lebih jauh, Wawasan Nusantara dirumuskan sebagai berikut : “Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia yang berlingkup dan demi kepentingan nasional Indonesia, yang bersumber dari Pancasila dan UUD 1945, tentang diri dan lingkungannya serta tanah airnya sebagai negara kepulauan dengan semua aspek kehidupannya yang beragam dan dinamis, dengan mengutamakan persatuan bangsa dan kesatuan wilayah Indonesia, yang tetap menghargai dan menghormati kebhinekaan dalam semua aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara untuk mewujudkan cita-cita nasional”.
  • Dengan memahami Wawasan Nusantara, diharapkan dapat menggugah kesadaran segenap bangsa Indonesia akan arti penting dan strategisnya posisi negara ditengah percaturan berbagai kepentingan dunia. Namun demikian kondisi obyektip bangsa dan negara sebagai akibat kemajemukan etnis, suku, adat-istiadat dan agama; disamping banyaknya celah-celah geografis yang menjadikan wilayah negara ini sangat terbuka, merupakan kerawanan yang cukup tinggi. Setiap saat kepentingan luar akan dengan mudah masuk dan menarik dengan kuat, mengalahkan kepentingan nasional.
  • Oleh karena itu dengan memahami Wawasan Nusantara, mengajak segenap komponen bangsa untuk memandang dalam persepsi yang sama, yaitu betapa pentingnya mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa dan wilayah negara, yaitu NKRI. Karena dengan tetap bersatu dan menjaga keutuhan bangsa dan negara, celah-celah kerawanan akan dapat diatasi bersama, tanpa harus kehilangan ciri khas kebhinekaannya.

2. Pokok-pokok Konsepsi Wawasan Nusantara

  • a.Hakekat, Wawasan Nusantara adalah kesamaan persepsi pada segenap komponen bangsa Indonesia sebagai dasar bagi terbangunnya rasa dan semangat nasional yang tinggi dalam semua aspek kehidupan. Hal mana akan menjadi daya dorong untuk berbuat, mempersembahkan dan mendarma bhaktikan karya terbaik bagi bangsa dan negara. Lebih dari itu Wawasan Nusantara menghendaki dimilikinya sikap untuk segera mengakhiri kesetiaan terhadap kelompok (partai, golongan, suku, dsb) atau peseorangan, manakala kesetiaan terhadap bangsa dan negara diperlukan.
  • b.Asas, Wawasan Nusantara merupakan norma dasar yang perlu dipahami agar dapat dihayati cara pandang secara utuh dan menyeluruh. Adapun asas Wawasan Nusantara :
  1. Kepentingan Bersama. Kepentingan bersama yang berati persamaan sikap dan kehendak dari seluruh rakyat Indonesia dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman dengan segala manivestasinya (seperti penjajahan gaya baru) yang dapat merendahkan harkat dan martabat bangsa, bahkan menghancurkan persatuan bangsa dan kesatuan wilayah Indonesia. Disamping itu, kita semua mempunai kepentingan bersama dalam mencapai kesejahteraan dan rasa aman yang lebih baik dari keadaan sebelumnya.
  2. Keadilan. Keadilan berarti perasaan dan sikap memberikan dan memperoleh hak dan kewajiban yang pantas pada segenap aspek kehidupan, baik dalam hubungan pusat dan daerah, antar daerah, intern daerah maupun antar anggota masyarakat. Hal ini dapat tercapai bila ada kejujuran dan keterbukaan serta niat baik dari semua komponen bangsa.
  3. Kesetiaan. Dimaksudkan disini adalah kesetiaan terhadap kesepakatan/ikrar bersama anak bangsa, yang berarti perasaan dan sikap memegang teguh nilai-nilai Kebangkitan Nasiona, Sumpah Pemuda dan Proklamasi Kemerdekaan, yang kesemuanya bermuara pada berdirinya NKRI. Hal tersebut juga mencerminkan adanya solidaritas, setia kawan, rasa senasib sepenanggungan dan kerjasama yang harmonis dalam mengisi kemerdekaan.
  • c.Arah Pandang Wawasan Nusantara. Konsepsi Wawasan Nusantara diarahkan untuk kepentingan nasional baik kedalam maupun keluar. Arah pandang kedalam bertujuan untuk menjamin terwujudnya persatuan dan kesatuan bangsa, serta kestuan wilayah. Sedangkan arah pandang keluar ditujukan demi terjaminnya kepentingan nasional dalam suasana dunia yang serba berubah.

3.Wawasan Nusantara Dalam Penyelenggaraan Kehidupan Nasional

  • Dalam penyelenggaraan kehidupan nasional, yaitu kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, Wawasan Nusantara memiliki fungsi, tujuan dan kedudukan yang diarahkan untuk menjamin tercapainya Tujuan Nasional serta terwujudnya cita-cita nasional.

a.Fungsi

  • Wawasan Nusantara bagi bangsa Indonesia disatu sisi merupakan pedoman dan rambu-rambu, sedangkan disisi lain menjadi penggerak dan pendorong dalam mencapai tujuan nasional dalam rangka mewujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia. Dalam fungsinya sebagai pedoman dan rambu-rambu, Wawasan Nusantara diharapkan tetap dapat mengarahkan bangsa ini untuk mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan negara dan pembangunan nasional.
  • Wawasan Nusantara sebagai penggerak dan pendorong dalam penyelenggaraan kehidupan nasional dan pembangunan nasional, karena mengandung nilai-nilai kebersamaan, seperti tekad mewujudkan cita-cita bersama, merasa satu dan senasib sepenanggungan, serta merasa bahwa bumi nusantara beserta isinya merupakan milik bersama, ingin bersatu dalam memperbaiki nasib, serta sama-sama berfalsafah hidup Pancasila.
  • Selain nilai-nilai kebersamaan yang bersifat subyektif tersebut, Wawasan Nusantara juga berfungsi sebagai penggerak dan pendorong yang dikarenakan beberapa faktor obyektif, seperti manfaat sumber kekayaan alam, posisi dan konstelasi geografi, keunggulan masing-masing kawasan atau kelompok masyarakat yang dapat disinergikan, dan kondisi kependudukan yang ada.

b.Tujuan

  • Wawasan Nusantara bertujuan memantapkan rasa dan sikap nasional yang tinggi, rasa senasib sepenanggungan, sebangsa setanah air, satu tekad bersama yang lenih mengutamakan kepentingan nasional dari pada kepentingan orang perorang, kelompok, golongan, suku atau daerah disegala aspek kehidupan nasional untuk mencapai tujuan nasional.
  • Hal tersebut bukan berarti menghilangkan kepentingan orang-perorang, kelompok, suku, dan daerah, melainkan tetap menghormati, mengakui, dan memenuhinya, selama tidak bertentangan dengan kepentingan nasional atau kepentingan masyarakat banyak. Rasa dan sikap nasional yang tinggi disegala bidang kehidupan demi tercapainya tujuan nasional tersebut merupakan perwujudan dari semakin meningkatnya rasa, faham dan semangat kebangsaan sebagai suatu kesatuan yang utuh dalam jiwa rakyat untuk melakukan bela bangsa dan bela negara dalam semua aspek kehidupan, dengan memberikan dan mendarma bhaktikan yang terbaik demi kejayaan dan kemajuan bangsa dan negara Republik Indonesia.

c.Kedudukan

  • Mengalir dari fungsi dan tujuan, Wawasan Nusantara secara jelas dapat memberikan jaminan atas tercapainya kepentingan nasional, baik kedalam maupun keluar. Hal ini berarti Wawasan Nusantara memberikan gambaran dan arah yang jelas bagi kelangsungan hidup bangsa, sekaligus perkembangan kehidupan bangsa dan negara dimasa depan. Oleh karena itu Wawasan Nusantara diposisikan sebagai visi nasional, yang didalam paradigma nasional berkedudukan sebagai landasan visional, dan berada pada tataran setelah landasan ideologis dan landasan konstitusional.
  • Wawasan Nusantara sebagai landasan visional sekaligus menjadikan pedoman dan menjiwai paradigma nasional pada tataran dibawahnya yaitu landasan konsepsional (TANNAS) maupun landasan operasional (GBHN).

Belum Ada Tanggapan to “Wawasan Nusantara”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: